Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomeSelamat Datang di Cerpen Online's SiteOct 2, 2006


Selamat datang di Cerpen Online, silakan menyalurkan bakat menulis anda, bisa berupa cerpen, cerber, puisi dll. Sertakan tag khusus anda.

Silahkan klik: "Kumpulan Karya Sastra" untuk melihat semua karya-karya sastra yang ada.
Gabung dengan Cerpen Online Group untuk bisa melihat seluruh cerpen yang ada.disini.

Posting dan sharing karya kalian di bagian blogs :)
Atau post via email: cerpenonline@cerpenonline.multiply.com

Kasih koment buat group ini dengan mengisi: T E S T I M O N I A L


My YM ID: freya_aurell
...
ReviewReview Pengarang, Cerpen atau Naskah2 LainnyaApr 18, 2010
Thumbnail Cetakan 1, Juli 2003
Cetakan 5, Februari 2010
Jakarta : Lentera Dipantara, 2003
134 hlm. ; 13 X 20 cm

Di rak buku saya ada 2 karya Pram yang belum saya baca yaitu “Panggil Aku Kartini Saja” dan “Midah, Simanis Bergigi Emas”. Awalnya saya... more
Previous reviews:
Sep 28-Jejak Darah
Dec 2-Tersandung Bulan Di Pulau Bintan, Novelku ini Gratis lo :D
Jun 19-Ceritanet
   View All
.
MusicLagu, Puisi, Sajak, Cerpen Voice etc
Cerita Pendek Online's favorite playlists:
Dec 13-Rendra
Dec 12-Puisi Emha
   View All
.
Photo AlbumPhotosAug 10, 2010
ddd
dThumbnaild
ddd
Bilang Begini Maksudnya Begitu - Sapardi Djoko Darmono
1 Photo
ddd
dThumbnaild
ddd
Kumcer Telaga Fatamorgana - Happy Salma
1 Photo
ddd
dThumbnaild
ddd
Majalah Sastra Horison - November 2009
1 Photo
ddd
dThumbnaild
ddd
Lomba Cerpen kaWanku berhadiah 10 juta
1 Photo, 20 comments

   View All
.
.....
NoteCerpen Online Guestbook
   
agungariesamirgou wrote on Apr 29, edited on Apr 29
Diary Seorang HomoSeks

Tarakan, 13 Okt 2011
Sobat.....
Pagi yang cerah untuk ku awali hari ku dengan mu sobat
Sobat.....
Akankah hari ini seperti kemarin ? Hari yang bagi ku penuh .....

Ku hentikan sejenak tulisan ku. Ketika tubuh ku tersentak oleh sebuah dorongan kecil.
“ Hei bro ........ Pagi-pagi begini sudah sendirian. Lagi ngapain disini ? “ Tanya Roki kepada ku saat itu.
Aku yang sedari tadi berusaha untuk menyembunyikan Diary yang ku rasa rahasia, tergagap-gagap untuk menjawab pertanyaannya itu.
“ Hah.........Gak..........Gak kok........Aku lagi....Ah gak penting.... Sudahlah aku mau kembali ke kelas....” Jawabku sambil bergegas meninggalkannya.
“ Anak yang aneh. Ada apa ya ? pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan. Lihat saja kau Rendy .”
Perkataan Roki itu sempat dapat ku dengar walau hanya sepintas. Bukannya aku sombong, tapi inilah aku, aku tak dapat banyak berbicara dengan teman yang ku anggap tak baik bagi ku. Roki salah satunya, teman yang bagi ku tak pantas tuk ku panggil teman. Ia hanya datang padaku ketika ia membutuhkan ku saja, sebaliknya jika ia tak butuhkan ku lagi, ia menjelekkanku dari belakang.
Tak terasa langkah kaki ku telah menghentikan ku di depan sebuah pintu cokelat yang di atasnya tertera tulisan yang cukup besar bagi ku. Tulisan itu yang telah menghantarkan ku ke dalam kisah cinta terlarang diriku.
“ XII A 2 .“ Batinku, seraya aku buka pintu besar di hadapan ku itu.
Tulisan itu adalah nama kelas ku sendiri dimana di kelas inilah aku tenggelam dalam indahnya bunga asmara. Waktu
masih terlalu dini untuk bel sekolah di bunyikan. Akhirnya, aku sambung untuk bercerita dengan sahabat curhat ku.

.......
Akankah hari ini seperti kemarin ? Hari yang bagi ku penuh kebahagiaan. Saat dirinya melihat ku, menyapaku, menatapku dan memberikan ku sebuah senyum simpul yang menawan.

Tak ku sangka sedari tadi aku diperhatikan oleh seseorang di balik cendela transparan kelas ku, seseorang yang menemui ku di taman sekolah beberapa menit yang lalu. Ya Roki, selalu saja ia ingin mengetahui semua yang aku lakukan. Dia begitu penasaran dengan apa yang aku tulis sejak kami masih duduk di kelas satu SMA yakni Diary rahasia ku. Aku tak tahu bagaimana caranya dia bisa selalu satu kelas dengan ku.
“ Mungkinkah dia adalah kiriman tuhan yang akan membongkar semua rahasia ku ? “ Tiba-tiba kalimat itu terucap di batin ku.
“ Jika benar.....Apa yang harus ku lakukan ? ” Hati ku mulai tak tentu arah. Aku takut jika semua yang aku ceritakan pada sahabat curhat ku terbongkar. Tentang semua rahasia ku yang beraawal ketika aku mulai mengenal apa itu Cinta.
“ Tett.... Tett.... Tett.... “
Akhirnya, bel yang aku tunggu-tunggu datang juga. Bel yang menurutku akan menyelamatkan diri ku dari si Roki yang sedari tadi tak henti-hentinya memperhatikanku, walau ia mencoba sambil berbincang dengan temannya tapi ku tahu dari sorot matanya yang tertuju pada ku.
Kembali ku tutup diary ku dan aku mulai bersiap-siap untuk mengikuti pelajaran hari ini.
o O o

“ Hari yang melelahkan .”

Itulah kata pertama yang selalu aku ucapkan ketika aku memasuki kamar ku, setelah seharian aku mengisi aktivitas ku di sekolahan. Kamar ku tak begitu besar, tapi ku rasa ini sudah cukup untuk aku tidur, belajar, nonton tv, bla..bla..bla.. Seperti biasa hidupku tak seribet para artis tanah air ini. Setelah makan siang, aku kembali untuk menjemput sahabat curhat ku yang tadi aku letakkan di dalam tas. Tapi, sesuatu yang mengejutkan terjadi.

“ Dimana.... Dimana kau sobat..... Come on. Gawat........ Jangan-jangan........ Roki.”

Diary ku atau biasa ku menyebutnya sahabat, telah raip entah kemana. Kecurigaan ku sepenuhnya tertuju pada anak itu, Roki. Karena dia yang begitu ingin melihat buku harianku itu.

o O o

Tarakan, 07 Agustus 2009
Sobat.....
Hari yang melelahkan bagi ku. Setelah seharian aku pergi mendaftar di sekolah itu aku merasa sangat lelah. Tapi, terima kasih tuhan. Akhirnya, aku dapat masuk di sekolah favorite itu.

“ Ini catatan harian pertama Rendy ketika ia masuk ke SMA. Srekk.... Srekk....Srekk.....” Batin Roki sembari membalikkan halaman demi halaman. Sampai pada akhirnya ia menemukan Catatan Harian yang ia rasa sangat ganjil.
Tarakan, 16 sept 2009
Sobat......
Apa itu cinta sobat ?
Apakah sesuatu yang menyenangkan ?
Membahagiakan ?
Atau mengasyikkan ?

“ Srekk.... Srekk... “ Suara lembaran kertas dibuka dengan cepat.
Tarakan, 17 sept 2009
Sobat.......
Aku mulai jatuh cinta sobat !
Jatuh cinta pada seseorang !

“ Pada siapa ? Srekk....” Batin Roki penasaran
Tarakan, 18 sept 2009
Sobat........
Apakah cinta ku ini terlarang ?

“ Pada siapa ? Mengapa ? “ Dibukanya Diary itu semakin cepat dan di carinya jawaban atas pertanyaannya itu sendiri.
“ Srekk.... Srekk.... Srekk.... Srekk...... Ketemu ! Apa ? “ Roki terkejut.
Tarakan, 01 Januari 2010
Sobat.......
Aku menyukai Roy. Apakah aku Salah ?
“ Plukk...” Buku Diary itu terjatuh. Roki merasa tak percaya bahwa selama ini ia memiliki teman yang sakit. Kemudian ia membaringkan tubuhnya di atas kasur, tempat dimana dia asyik membaca buku harian Rendy. Dia pun menatap langit-langit kamar sama seperti apa yang dilakukan Rendy saat ini. Mereka sama-sama tak percaya dengan apa yang terjadi.
“ Apa yang terjadi padamu Ren ? “
“ Apa yang Kau inginkan Roki ? “

oOo
Pagi ini tak secerah hari kemarin. Rangkaian suara burung camar tak semerdu kemarin. Begitu pula dengan wajah Roki saat aku berpapasan dengannya di lorong sekolah tadi. Aku tahu apa yang sedang ia rasakan dan ku rasa dia pun tahu apa yang sedang aku pikirkan.
Saat ini aku sedang duduk di taman sekolah, tepatnya di bangku paling pojok dekat dengan pohon yang besar dan rimbun. Disinilah tempatku untuk mencurahkan semua isi hati ku pada sahabat ku Diary. Namun, kali terasa berbeda bagiku. Buku harian yang biasa selalu menempel di sela-sela jemari ku, kini tak lagi bertengger di sana. Aku tak tahu kemana dia sekarang dan bagaimana keadaannya. Cukup lama ku berdiam diri di bangku ini seorang diri. Tiba-tiba, seseorang menjulurkan tangannya, dimana ditangannya itu terdapat benda yang selama ini ku nanti-nanti.
“ Ini aku kembalikan. Maafkan aku telah lancang mengambilnya.”
Suara berat itu sudah terasa tak asing lagi bagi ku. Si empunya suara itu tak lain adalah Roki.
“ Aku sudah menduga kau pelakunya “ Jawabku dengan lugas kepadanya.
“ Plukk... Maafkan aku sekali lagi. Aku tak tahu sebelumnya kalau kau....... sudahlah !”
Roki meletakkan buku harian itu tepat di samping tangan ku yang aku letakkan sejajar di atas meja. Setelah meletakkannya ia perlahan berusaha untuk mencoba meninggalkanku tanpa meminta penjelasan dari ku tentang isi diary itu.
“ Tunggu..... Aku tahu pasti kau telah membaca semuanya. Tapi, ada satu yang tertinggal untuk kau ketahui “
Kuraih selembar kertas. Kertas itu adalah catatan harian diriku yang terlepas dari diary itu. Setelah ku raih, aku berikan pada dirinya. Aku dapat melihat dari mimik wajahnya seperti orang yang bingung. Aku berfikir mungkin dia tidak memperhatikan setiap tanggal dalam diary ku.
“ Ini bacalah.... Catatan harian ku pada tanggal 12 Okt 2011. Mungkin ini dapat memperjelas semua kisah yang kualami di dalam diary itu “
Roki tak berbicara sepatah kata pun pada ku ketika ia mulai membaca isi kertas itu.

Tarakan, 12 Okt 2011
Sobat....
Sesungguhnya aku tak menginginkan rasa ini.
Sesungguhnya aku tak mengkehendaki rasa ini.
Namun, takdir yang telah membawa ku jauh..Jauh dan semakin jauh.....
Tapi, Sobat.......
Setelah bertahun-tahun diriku mencoba tuk melepaskan rantai yang membelenggu ku ini. Akhirnya, aku berhasil. Aku tak lagi harus merasakan rasa bersalah setiap saat. Pada diriku, Orang tua ku, keluarga ku dan mereka semua.
Sobat.....
Setelah hal ini berakhir, aku mendapatkan sebuah arti cinta yang baru.....
Sobat kau tahu. Kini aku mencintai wanita! Dan hari esok merupakan lembaran baru cerita cinta ku dengannya ‘ Angel ‘.

Usai membaca kertas itu. Aku melihat Roki tak memberikan ekspresi apapun. Ia langsung mengembalikan kertas itu dan mencoba tuk meninggalkan ku. Aku tahu dia sudah tak betah lagi berada di dekat ku. Selain karena ia malu telah mencuri buku harian ku, ia juga tak tahu harus berbuat apa, sebab kami memang tak dekat dari dulu. Tapi, sebelum ia meninggalkan ku. Aku berusaha tuk meyakinkan dia tentang diriku.
“ Roki kini semua telah kau ketahui. Aku tak mau berbasa-basi lagi sebagaimana dirimu. Aku tak mau bermanis-manis kata pada seseorang hanya untuk mendapatkan sesuatu yang ku inginkan. Semuanya telah terbongkar, tentang siapa aku dan bagaimana kehidupan ku. Tapi, aku hanya ingin kau tahu bahwa semua yang ada dalam diary itu adalah masa laluku. Sekarang terserah padamu Roki. Apa yang akan kau lakukan itu tak akan jadi masalah bagi ku. Karena semua ini hanyalah masa lalu ku yang gagal. Aku juga berterima kasih karena kau telah mengorbankan waktu mu tuk memberikan sedikit warna dalam lukisan kehidupan ku. Hingga kau berhasil mengungkap tentang siapa diriku......”
Langkah kaki ku pun langsung terayun untuk meninggalkannya. Meninggalkan seseorang yang ku anggap dia adalah utusan tuhan. Utusan yang sepenuhnya telah berhasil mengungkap siapa diriku.
Semenjak aku pergi meninggalkan Roki di taman sekolah beberapa hari yang lalu. Aku tak lagi bertemu dengannya. Entah kemana sekarang ia berada. Namun, kata beberapa siswa yang lain ia pindah keluar kota dengan alasan ikut dengan ayahnya. Tapi, yang pasti kini ku telah dapatkan cinta ku yang baru bersama Angel. Dan ku tegaskan sekali lagi bahwa “ I amn’t a Homoseks .”

oOo
chamalee wrote on Apr 26
Satu

Pagi itu mencucuk tulang, cukup itu yang Teguh rasakan pagi ini. Pagi ini berbeda dengan pagi minggu lalu.
“Pagi, Teguh… kau sudah bangun?” sapaan ramah. Sapaan lembut. Menyentuh. Menghangatkan. Perempuan yang baru saja menemani hari-harinya seminggu terakhir. Ya, aku. Menyapanya ketika ia baru membuka kelopak matanya. Teguh hanya mengangguk lemah.
Ia juga baru menyadarinya kalau seminggu terakhir ini ia ada di rumah sakit. Terbaring tak berdaya. Itulah yang membedakan hari-harinya. Seminggu ini ada yang memperhatikannya. Merawatnya. Menjaganya. Menyapanya ketika ia baru saja terbangun.
“Melati…” Teguh memegang tanganku saat hendak beranjak dari dudukku. Menatapku sayu hendak kemana??. Aku hanya menggeleng.
“Hanya sebentar”, jawabku kemudian. Ia mengangguk jangan lama-lama. Tersenyum. Ruangan itu ku tinggalkan. Pergi mengambil sarapan pagi untuknya. Kemudian kembali lagi keruangan itu. Ruangan yang bertuliskan 202.
Aku melirik jam yang tergantung di dinding ruangan itu. Pukul 08.01. biasanya aku sudah berada di kantor. Aku menghela napas panjang. Aku merindukan suasana kantor. Aku mengambil jatah cutiku_lagi. Bilang bahwa kakakku sedang sakit.
“Kau harus makan Teguh. Agar cepat sembuh. Kemajuanmu cukup cepat. 2 hari kedepan kau sudah boleh pulang kalau keadaanmu terus membaik. Meskipun kau masih tak boleh beraktivitas terlalu berat.” Aku menatapnya. Kosong. Pikiranku jauh entah kemana. “Melati..” aku tersadar dari lamunanku. Aku hanya tersenyum.
♪”Tapi.. tapi.. “ Melati terisak. Bunda mengusap kepalanya. Lembut sekali. Seperti mengalirkan ketenangan.
“Tidak melati. Dia bukan untukmu. Bukan milikmu. Lihat melati. Dia begitu cuek. Tak pernah mempedulikanmu. Bahkan berapa kali dia pernah menjagamu ketika kau sakit?” Masih dengan tenang membiarkan Melati menangis di pangkuannya. Melati menggeleng. Tak pernah sekalipun dia menjaga Melati. Jangankan menjaga, menjenguk pun tak pernah. Bahkan mungkin dia tak mengetahui letak rumah Melati.
“dan berapa kali kau menjaga dia selam setahun ini? Bukankah dia sering sakit setahun ini?” Melati mengangguk. Pasrah. Ya mungkin dia bukan untukku. Bunda tersenyum. Yang di senyumi hanya menatap datar. Tanpa ekspresi.

Melati beranjak dari duduknya. Mengantuk katanya. Tinggallah bunda sendiri. Menatap indahnya malam dari bingkai jendela ruang tamu. Mendesah. Sudah 3 tahun memendam rasa itu. Hanya rasa itu saja yang mengalami kemajuan. Keadaan? Mendesah lagi. Keadaan tak selalu mendukung. Bunda tak pernah melarang Melati, dengan siapapun itu. Hanya saja, bunda kasihan melihat anak semata wayangnya itu hanya berharap, tanpa pernah tau kapan ujung rasa itu akan berakhir. Sekali lagi bunda mendesah panjang.

bersambung......
jynpo wrote on Apr 6
gimna cara postingnya, ak mw posting cerpen aku nih
raracutex wrote on Mar 24
add aku ya teman
pratiwi3 wrote on Mar 19
PERPISAHAN TERMANIS

Cerita ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang baik dan berjiwa sosialisasi yang tinggi,banyak teman-temannya yang menyayangi dia karena kebaikannya.Dia adalah Yudithia,bersekolah di SMA PGRI,mempunyai banyak teman yang sangat dia sayangi dan menyayangi dia,dia juga mempunyai kekasih yang sangat dia cintai yaitu Mira.Mereka menjalin kasih sejak kelas 1 SMA dan kembali di pertemukan saat naik kelas 2 SMA,Mira sangat bahagia karena bisa satu kelas lagi dengan laki-laki yang sangat dia cintai itu.Tak hanya itu dia juga mendapat teman bernama Rasti gadis baik dan sholehah.
Pada suatu hari,Yudithia tidak sengaja memandang tingkah laku Rasti yang rajin dan selalu menolong teman-temannya.Tanpa dia sangka,dia tiba-tiba menyimpan perasaan terpendam kepada Rasti,namun dia sungkan karena Rasti itu teman Mira.Demi menjaga hubungan pertemanan Mira dan Rasti,Yudithia rela memendam perasaan itu dari Rasti.Sampai saat dia mengetahui bahwa Rasti telah mempunyai kekasih,dia pun sakit hati dan karena ke sakit hatiannya dia sampai memutuskan hubungannya dengan Mira.Mira tidak mengerti dengan keputusan Yudithia yang secara tiba-tiba di saat hubungan mereka baik-baik saja.Mira pun menceritakan tentang kandasnya hubungan dia dan Yudithia kepada Rasti,Rasti sangat merasa iba dengan Mira yang masih sangat mencintai Yudithia,dia pun menghibur Mira agar dia tidak sedih dan tetap semangat,hingga Mira pun ikhlas dengan keputusan Yudithia.
Pada suatu hari,Yudithia menghampiri Mira dan meminta maaf kepadanya atas keputusan hubungan mereka,Mira pun bersedia memaafkan Yudithia dan hubungan mereka pun membaik sebagai seorang sahabat.Rasti senang dengan membaiknya hubungan mereka berdua,hingga saat Rasti putus dengan kekasihnya pun dia enggan membagi kesedihannya kepada Mira yang sedang senang dengan membaiknya hubungan dia dan Yudithia.Namun suatu waktu,Yudithia berterus terang tentang perasaanya kepada Rasti ke Mira,Mira sedih dan kesal dengan Rasti.Dia pun menjauhkan Yudithia dengan Rasti karena ia tak rela jika Yudithia dengan Rasti bersama.Hubungan Rasti dan Mira pun memburuk,bahkan Rasti tidak mengerti dengan amarah Mira yang secara tiba-tiba itu.Dia pun langsung menghampiri Mira dan meminta penjelasan,namun hanya acuhan yang Mira beri kepadanya,dia pun diam dan sabar menghadapi sikap Mira.
1 bulan Mira menjauhi Rasti dari Yudithia,di saat itu juga Yudithia bertekad untuk mengungkapkan perasaannya kepada Rasti.Dia pun meminta Mira mengantarkan Yudithia ke rumah Rasti,namun dia enggan untuk mengantarkannya.Yudithia memohon-mohon kepada Mira tetapi Mira tetap tidak mau.Yudithia pun kecewa dengan sikap Mira yang tiba-tiba tidak solideritas.Dengan tekad kuat dia,dia pun memberanikan diri untuk pergi ke rumah Rasti,namun di jalan dia tertabrak lari oleh mobil truck.Dia pun di bawa ke rumah sakit untuk segera di beri pertolongan.Mira merasa menyesal dengan sikap egoisnya itu sehingga mengakibatkan celakanya Yudithia.Yudithia koma selama 3hari,selama 3hari juga Mira tidak memberi tahu kepada Rasti.Saat Yudithia sadar dari koma nya,Yudithia memanggil nama Rasti,Mira kesal dan sedih namun dia sadar akan situasi,dia pun menelepon Rasti untuk datang ke rumah sakit menjenguk Yudithia,Rasti pun segera ke rumah sakit.
Sesampai disana,Mira meminta maaf kepada Rasti dan berterus terang tentang amarahnya selama ini dan jujur tentang perasaan dia saat tahu bahwa Yudithia mencintai Rasti,Rasti pun meminta maaf kepada Mira dan mau memaafkan Mira.Tak lama kemudian,kondisi Yudithia kembali kritis,keluarga,Rasti dan Mira pun panik,dokter pun berusaha untuk menyelamatkan nyawa Yudithia,Rasti dan Mira pun segera shalat dan mendoakan Yudithia.Tak lama kemudian,Yudithia sadar dari kritisya,dia meminta Rasti untuk menemaninya,Rasti pun mau menemani Yudithia.Saat itu,dengan nada suara yang tak berdaya untuk berbicara,Yudithia pun mengungkapkan perasaannya kepada Rasti,Rasti pun membalas perasaannya kepada Yudithia.Yudithia bahagia,namun takdir pun berkata lain,Yudithia menghembuskan nafas terakhirnya saat bersama Rasti.Keluarganya dan Mira menangis dengan kepergian Yudithia.Di pemakaman Yudithia,Rasti meneteskan air mata sedih,sakit dan bangga karena sikap Yudithia yang baik dan pejuang keras untuk meraih sesuatu selalu dia capai,kini Yudithia telah tiada dan bahagia di alam surga,Rasti pun ikhlas melepasnya dan bahagia karena mencintai sosok Yudihia yang sangat baik hati.

Selesai,..

venomjeka wrote on Feb 15
Kok ceritanya mansdeg semua sih....
rierei73 wrote on Feb 7
halo.. dmn sih tmpatnya supaya bisa nulis cerpen online ???
rivanne wrote on Feb 6
Hmm... stl sekian lama, akhirnya sy posting cerita baru. Maaf ya, pdh sy admin, tp baru posting cerita lagi ^^a Semoga sy bisa menulis cerita sampai tamat (banyak yg gantung soalnya).
rivanne wrote on Feb 6
Ttg format yg jd tidak teratur sih... saya jg mengalaminya. Entah mengapa, semua format pas dari Word, ketika di paste kemari, pasti jadi berantakan semua... kayaknya memang tetap musti di perbaiki format, kalau posting cerita di sini... maaf utk masalah satu ini...
nayacorath wrote on Jan 24
Halo cerpenonline! Asyik juga yaa ada wadah buat baca2 dan nulis cerpen online di sini.. Jadi bikin tambah semangat menulis! ^__^

Buat yang mau baca-baca novel gratis, mampir ke sini yuk! ;)

http://nayacorath.wordpress.com
ekohm wrote on Jan 6
Mampir sejenak.,..

salam hangat ^^
aiyanaakilah wrote on Nov 16, '11
Kalo mau posting gmn siy? saya sdh coba, tp malah jadi gak teratur. Tanda petik nya jd berubah, huhu...... saya juga baru siy jd anggota dan gak ngerti aturan2 nya, hhe........ Mohon petunjuknya ya...
venomjeka wrote on Nov 13, '11
Salam, waduh kok mandeg semua yah, tdk sabar baca kelanjutan si Tante Carrie....
rivanne wrote on Oct 27, '11
Ya, sy jg dah lama nggak maen2 kemari, ternyata makin aktif aja ya ^^ Ttg posting cerita di MP, silahkan klik di 'Add to Blog' pada bagian 'Kumpulan Karya Sastra', lalu posting di sana. Benar seperti kata opposite of me, sama seperti tulis blog saja. Semoga kita bisa terus berkarya yaaa. W jg dah lama nih nggak taruh cerpen di sini, semoga dlm waktu dekat bisa taruh2 lagi.
senjautama wrote on Sep 29, '11
As. semuanya sudah lama nggak ngeMPi nih,...apa kabar semuanya :)
lyndaceria wrote on Sep 26, '11
KALAU MAU KRM GMANA CARANYA?
theoppositeofme wrote on Aug 27, '11
caranya sama aja kayak kita nulis di blog sendiri kok.. jgn lupa TAGnya, biar gampang nyarinya.
88aini wrote on Jul 14, '11
caranya kirim cerpen gmna? gak ngerti ni.. tq
jennyannissa wrote on Jun 14, '11
dimananya? kumpulan karya sastranya sdh di klik, terus gak ada tuh tulisan add to blog.
umm dimana nya ya?
sori ya banyak nanya, hehe
...
.
Cerita Pendek Online
Join this Group!Add to My Yahoo
Report Abuse